Cara Menyimpan Telur

Bila kita membeli telur di pedagang yang ramai jarang sekali mendapatkan telur lama ataupun rusak, karena stoknya cepat habis dan diganti yang baru. Berbeda bila kita membeli dari pedagang yang relatif sepi, kita harus hati-hati memilih telur. Berikut ini beberapa cara memilih dan menyimpan telur yang bisa kita jadikan pedoman. Telur  segar  mempunyai  kekentalan  yang  baik,  sehingga  kuning  telur terletak  di tengah. Makin lama larutan didalamnya makin encer sehingga kuning telur berkeser ke tepi. Selain itu, kantung udara di bagian ujung membulat telur relatif kecil daripada telur segar, diameternya sekitar 1,5 cm. Kantong  udara  itu  makin  lama  juga  akan  membesar.  Berdasarkan  sifat  itu,  saat memilih telur segar kita bisa menggunakan cara:

  1. Telur diletakkan di depan cahaya dan diteropong isinya sambil diputar-putar, bila kuning telur bergeser, telur sudah kurang segar. bila kuning telur sudah pecah dan bercampur berarti telur sudah rusak.
  2. Telur direndam dalam air tawar atau larutan garam 10% ( 1 sendok teh garam dalam 2 gelas air), bila telur tenggelam, menandakan masih segar bila  sedikit  terapung,  berarti  kantong  udara  di  ujung  telur      membesar  dan menandakan telur sudah lama bila telur melayang dalam larutan, berarti telur sudah rusak
  3. Pengamatan kulit luar : telur yang masih segar berwarna kulit cerah telur yang sudah lama  biasanya mempunyai warna kulit kusam/keruh,  juga mulai timbul bintik-bintik hitam yang disebabkan oleh pertumbuhan jamur.

Kita sering membeli telur dalam jumlah banyak dan kita simpan untuk persiapan bila sewaktu-waktu dibutuhkan. Tahapan untuk persiapan penyimpanan telur,  dapat berpedoman sebagai berikut:

  1. Sebelum  disimpan,  telur  perlu  dicuci  lebih  dulu  untuk  menghilangkan  kotoran- kotoran  yang biasanya  berada  dari  kandang.  Sebaiknya  telur  direndam  dulu, supaya    kotoran    mudah   lepas.   Pencucian/penggosokan    yang    berlebihan mengakibatkan    kulit    telur    menipis dan   mudah  pecah.    selain    itu, juga menyebabkan  pelebaran  pori-pori  telur,  sehingga  bakteri mudak  masuk dan merusak telur.
  2. Setelah  dicuci,  sebaiknya  telur  dicelupkan  ke  dalam  minyak  parafin  cair  (60 derajad  Celcius). Kemudian  diangin-anginkan  sehingga  terbentuk  lapisan  tipis yang bisa menutupi pori-pori kuli telur dan terhindar dari serangan bakteri. (sumber: http://iptek.apjii.or.id)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s