Lelaki Sejati

Seorang pemuda sedang mengendarai unta di gurun pasir yang panas. Tiba-tiba di kejauhan tampak oase dengan sekelompok pohon kurma yang rimbun. Demi menghilangkan haus dan penatnya, sang pemuda bergegas menuju oase itu.

Saat istirahat, tanpa terasa ia tertidur. Sementara ia tertidur, unta tunggangannya lepas dari talinya lalu masuk ke sebuah kebun, memakan tanaman serta merusak semua yang dilewatinya.

Penjaga kebun itu adalah seorang yang sudah tua. Ketika mengetahui ada unta asing merusak kebunnya, ia berusaha mengusir tapi, tidak bisa. Khawatir unta semakin merusak isi kebun, dengan terpaksa ia bunuh unta itu.

Ketika bangun, pemuda yang tertidur tadi segera mencari untanya dan ia menemukan untanya sudah tidak bernyawa. Pada saat itu kakek penjaga kebun mendatanginya.

Lalu sang kakek menceritakan kejadian sesungguhnya. Mendengar hal itu si pemuda marah hingga sang kakek dipukulnya dan meningal seketika. Pada saat yang bersamaan datanglah kedua anak sang kakek. Mengetahui ayahnya meninggal di tangan pemuda tersebut, keduanya segera meringkus pemuda dan menghadapkan pada khalifah Umar.

Khalifah Umar pun memutuskan qishash untuk pemuda pembunuh tersebut. Seketika sang pemuda meminta kepada Umar agar diberi waktu 2 hari untuk kembali ke kampungnya demi melunasi hutang-hutangnya.

“Baiklah, tapi hadirkan padaku orang yang menjamin bahwa kau akan kembali kesini. Jika kau tidak kembali, orang itu akan di qishash sebagai ganti dirimu,” kata Umar. Pemuda itu menjawab,”Aku orang asing di negeri Amirul Mukminin.”

Suasana jadi hening beberapa waktu. Namun tiba-tiba ada suara memecah kebekuan. “Hai Umar, ini kepalaku, aku berikan sebagai jaminan jika pemuda itu tidak datang pada waktu yang ditentukan.” Abu Dzar, sahabat Rasul angkat Bicara. Setelah itu pemuda diperbolehkan kembali ke kampung halamannya

Pada saat hari yang ditentukan ternyata pemuda tidak juga datang. Abu Dzar tetap terlihat tenang menghadapi hukuman itu. Saat waktu semakin habis, dari kejauhan terlihat debu mengepul ke udara. Semua mata tertuju pad titik itu. Dan Subhanallah ternyata sang pemuda datang..

Orang-orang memandang dengan takjub. Umar lalu bertanya kepada pemuda tersebut,”Hai pemuda, mengapa engkau kembali lagi hanya untuk menyerahkan akhir gidupmu sedangkan kamu sebenarnya bisa menyelamatkan diri dari hukuman ini ?”

Pemuda itu menjawab, “Wahai Amirul mukminin, aku datang kesinii agar jangan sampai orang-orang berkata ,tidak ada lagi di kalangan ummat Muhammad orang yang mampu menepati janjinya, dan agar orang-orang tidak mengatakan tidak ada lagi di kalangan umat Muhammad SAW lelaki sejati,seorang kesatria yang berani mempertanggung jawabkan perbuatannya.”

Lalu Umar melangkah ke arah Abu Dzar, “Bagaimana kau bisa menjamin pemuda ini, padahal tidak mengenalnya ?” tanya umar. Abu Dzar menjawan, “aku lakukan itu agar orang-orang tidak mengatakan bahwa di kalangan ummat Muhammad SAW tidak ada lagi orang yang bersedia berkurban untuk saudaranya seiman.”

Mendengar itu semua, dua lelaki anak kakek yang terbunuh berkata,”Wahai Umar, kami bersaksi bahwa pemuda itu telah kami maafkan dan bebas dari segala tuntutan. Tidak ada yang lebih utama dari memberi maaf di kala mampu. Ini kami lakukan agar orang-orang tidak mengatakan bahwa di kalangan ummat Muhammad SAW tidak ada lagi orang yang berjiwa besar yang mampu memaafkan saudaranya.” Wallahu’alam bisshowab.(sumber:Majalah Nurul Hayat)

2 thoughts on “Lelaki Sejati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s